romantically random

every single thought that suddenly pops inside my mind

99 notes

ketika laki-laki merasa jemu,dia membutuhkan seseorang untuk mendorongnya agar maju kedepan, ketika perempuan merasa jemu, dia membutuhkan seseorang yang menopang dari belakang agar ia tidak terjatuh
M.Quraish Shihab - Perempuan (via raisyabachri)

(Source: kurniawangunadi, via raisyabachri)

0 notes

Abi Kepada Anak-anaknya 29 Mei 2032

masih tersimpan imaji wajahmu di dinding kamarku. tak pernah kupercaya bahwa pernah kau semungil itu. sekarang kau telah tumbuh dengan ambisi yang besar. tinggi untuk digapai juga rentan tuk terkapar. dulu, engkau selalu memerlukanku dalam segala hal. namun sekarang engkau berdiri diatas kedua kakimu dan lakukan semua hal. dulu, namaku kau sebut saat kau meminta apapun. namun sekarang kau punya teman seluruh dunia yang siap membantu kapanpun. tapi, bila langitmu suatu saat runtuh, dan tiada siapapun yang tersisa. tengoklah kebelakangmu anakku, bersamaku engkau terasa. kemanapun pengembaraanmu, tengoklah anakku, kebelakangmu. dan ingatlah, kau takkan pernah sendiri, Abi selalu mendukungmu. aku selalu berpesan kepadamu, bahwa cinta yang sejati adalah mencintai Allahmu. dan jangan pernah lupakan hal itu. dan bila engkau menjaga hatimu agar selalu pada-Nya. sesal dan sedih, maka engkau akan selalu jauh dari mereka semuanya. engkau dapat melaju terbang setinggi langit anakku, sejauh yang mampu engkau pandang. namun ingat bumi akan selalu menarikmu datang. ada satu masa engkau akan merasa bahwa dunia adalah milikmu seorang. namun ingatlah bahwa semua yang fana pasti akan hilang. akan pula kau temukan masa dimana kau berjalan melawan arus dunia. dihempaskan arus kekejian, merasa putus dari karunia. bila seakan tak ada lagi harapan yang bisa kau saksikan. tengoklah di balik punggungmu, anakku, disana dirimu aku nantikan. sejauh apapun kesalahanmu, tengoklah anakku, dibalik punggungmu. aku akan menerimamu dengan pelukan terbaikku. aku tak bisa bersamamu selama-lamanya, ada waktunya aku akan pergi. atau engkau yang akan lebih dulu pergi. aku akan berat melepasmu bila tiba masa itu. katakan padaku saat itu dengan manis “Abi, saatnya bagiku membina hidupku”. aku tak bisa menahanmu dari mencintai, aku tak dapat menahanmu saat tiba waktu kau pergi. Demi Allah, lakukan dengan ridha Rabbii

Abi Kepada Anak-anaknya 29 Mei 2032
@felixsiauw

http://maf1453.com/felix/2012/03/06/850/#comment-9604

1 note

kali ini titik.


tanpa sadar kali ini kubiarkan logika menang dari hati. dalam persoalan ini, kali ini aku memilih mengesampingkan tetek bengek masalah perasaan. lalu kubiarkan ada spasi renggang terbentang, dalam domain waktu maupun dalam domain jarak. kubiarkan renggang tersebut bergerak jauh semakin jauh, dan aku mencoba tidak peduli.

aku sudah bertekad, kali ini haruslah titik, tak boleh ada koma lagi.

karena saat ini diseberang itu ada kamu. karena saat ini jika aku ingin bertahan dan terus maju, sebentuk emosi harus ditiadakan dan sebentuk perasaan harus ditahan. mari kita berjalan beberapa putaran dalam alur kehidupan kita masing-masing. jika ‘dia’ memang kamu dan waktunya memang telah tepat, jalur kita akan berpotongan lagi, dan sebentuk emosi yang sama akan tumbuh lagi. jika jalanku tak berpotongan denganmu janganlah marah. akupun begitu, jika jalannya yang berpotongan padamu, aku pun tak akan protes apa-apa.

maaf dan terimakasih,

kali ini titik.